Cocopeat Sebagai Media Budidaya Bibit Buah ?>

Cocopeat Sebagai Media Budidaya Bibit Buah

bibit tanaman buahSobat, pernahkah kamu mendengar istilah cocopeat? Rupanya cocopeat atau coir ternyata bisa digunakan dalam budidaya bibit buah loh. Cocopeat atau coir ini berperan sebagai media pengganti tanah. Biasanya digunakan ketika melakukan penyemaian bibit yang akan di tanam. Media pengganti tanah ini rupanya banyak yang belum memanfaatkannya dengan maksimal, loh. Bahkan masih sedikit yang mengetahui media ini sebagai pengganti tanah. Nah maka dari itu, penulis ingin mengenalkan kepada kamu mengenai media pengganti tanah yang bernama cocopeat atau coir yang digunakan dalam budidaya tanaman seperti buah.

Budidaya Bibit Buah Dengan Cocopeat

Sebelum melangkah jauh tentang perbedaan cocopeat atau coir, marilah kita pahami dulu tentang menanam bibit buah. Sebenarnya ketika kita hendak melakukan penanaman tentunya selain memerlukan bibit kita juga memerlukan media tanam. Kebanyakan orang pasti menggunakan tanah sebagai media tanam. Memang tanah adalah hal yang lumrah untuk digunakan dalam bercocok tanam. Namun perlu kita sadari bahwa kini untuk memanfaatkan tanah sebagai media tanam mulai sulit ditemukan. Apalagi jika kita hidup di kota-kota besar. Maka muncullah alternatif media tanam lainnya seperti cocopeat. Namun tahukah kamu jika media tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya? Sebelum mengetahui kelebihan dan kekurangannya, mari kita ketahui apa itu cocopeat.

Cocopeat atau coir merupakan media pengganti tanah yang bersifat organik. Cocopeat menjadi media tanam yang berasal dari organisme seperti tanaman. Hal ini diperkuat oleh pendapat dari pakar pertanian seperti Hendro Wibowo yang menyatakan bahwa cocopeat atau coir biasanya diperoleh dari pengolahan limbah sabut kelapa. Selain itu, penggunaan media tanam ini sangat baik untuk menyemai biji calon tumbuhan. Untuk mendapatkan cocopeat ini bisa dibeli di toko-toko tanaman dengan harga yang relatif murah. Namun sayangnya, bibit buah yang ditanam di cocopeat hendaknya pada tempat yang memiliki curah hujan rendah. Hal ini dikarenakan sabut kelapa mudah lapuk jika mendapatkan air yang berlebihan. Selain itu, tanaman juga cepat membusuk dan mudah terserang penyakit tanaman.

Related posts:

Comments are closed.